Cara Menanam Bawang Merah

3 min read

Cara Menanam Bawang Merah

Bukan hanya sayuran dan buah-buahan saja yang tanamannya bisa kita tanam sendiri di rumah. Namun bumbu-bumbu pelengkapnya juga bisa ditanam sendiri, dengan beberapa cara mudah dan praktis. Salah satu bumbu masakan yang penting dan hampir selalu ada dalam masakan adalah bawang merah. Untuk itu, Anda harus tahu cara menanam bawang merah dengan benar.

Bawang merah juga termasuk jenis sayuran yang hanya digunakan sebagai bumbu penyedap atau pelengkap saja. Harga bawang merah di pasaran selalu mengalami kenaikan dan penurunan. Namun, jika Anda menanamnya sendiri di rumah Anda hanya tinggal memetiknya saja dan tak perlu membeli. Kenaikan harga bawang juga membuat banyak orang membudidayakannya di Indonesia

Biasanya para petani membudidayakan bawang merah di lahan bekas sawah. Bawang merah juga jarang ditanam di area lahan yang kering. Namun tanaman ini mampu beradaptasi dengan baik di daerah dataran rendah. Bawang juga akan tumbuh dengan baik pada lahan yang memiliki tingkat pasir yang cukup tinggi.

Berikut ini cara menanam bawang merah dengan benar dan dengan langkah-langkah mudah :

Mempersiapkan Benih Bawang Merah Terlebih Dahulu

Pemilihan Benih Bawang Merah
Pemilihan Benih Bawang Merah

Ada beberapa jenis benih bawang merah untuk budidaya dalam jumlah yang banyak. Anda bisa memilih jenis benih impor ataupun lokal. Bentuk benih ini bermacam-macam bisa yang berupa umbi atau bisa juga yang berupa biji.

Orang-orang yang berbudidaya bawang merah biasanya akan berbudida pada sentra produksi dengan benih umbi. Jika Anda memilih benih bawang dari umbi-umbian maka pilih jenis umbi yang sudah tua. Tanam bawang merah tersebut di daerah dataran rendah lebih dari 80 hari lamanya.

Sedangkan jika Anda menanam bawang merah di daerah dataran tinggi maka tanam sampai waktu 100 hari. Pilih benih bawang merah yang sudah disimpan selama 2-3 bulan lamanya. Pilih benih yang berukuran sekitar 1,5-2 cm. Usahakan untuk memilih benih yang bentuknya bagus, tidak cacat dan warnanya tua mengkilap.

Mengolah Tanah

Mengolah Tanah
Foto : PxHere

Jika lahannya luas maka tanahnya harus diolah terlebih dahulu supaya hasilnya maksimal. Buat gundukan tanah atau bedengan yang memiliki ukuran lebar sekitar 1-1,2 m. Sesuaikan dengan jumlah benih yang ingin Anda tanam. Jarak antara bedengan yang satu dengan yang lain usahakan sekitar 50 cm.

Kebutuhan benih bawang merah yang digunakan untuk budidaya ini bergantung pada jenisnya, varietasnya, ukuran benih serta berapa jarak tanamnya. Jika jarak tanamnya 20 cm x 20 cm dengan besar 15 gr maka diperlukan benih sekitar 1,4 ton per hektar tanahnya.

Bagi bobot 15 gr dengan jarak tanam 15 cm x 15 cm maka diperlukan 2,4 ton benih per hektar tanah. Jika bobot umbinya lebih kecil maka kebutuhan umbi per hektarnya lebih sedikit.

Mengukur Tingkat Keasaman (pH) Tanah

Jika Anda sudah berada di tahap pengolahan tanah maka ukur kembali pH tanah yang di sana memakai alat pengukur pH. Alat ini bisa ditemukan di pasaran baik di toko tanaman atau bisa juga dibeli di toko online.

Apabila pH tanahnya kurang dari 5,6 atau tidak melebihi 6 maka harus ditambahkan lagi dengan dolomit (CaCO3) atau kapur tanah. Lalu taburkan di atas bedengan/tanah dengan lebih merata. Pemakaian kapur ini dapat dilakukan minimal 2 minggu sebelum dimulai masa tanam. Jangan pernah menanam bawang merah langsung jika sudah menggunakan kapur tanah.

Pemberian Pupuk

Pemberian pupuk dilakukan di dekat lubang tanam atau ditaburkan di atas kapur tanah dengan lebih merata. Berikut ini cara pemberian pupuk di dalam cara menanam bawang merah :

  • Biasanya pupuk kandang/kompos akan ditaburkan dengan merata. Kegunaannya adalah untuk menguraikan makanan di dalam tanah yang nantinya diserap oleh tanaman. Apabila Anda merasa kesulitan dalam memakai pupuk kandang, maka Anda bisa menggunakan pupuk organik dengan kandungan senyawa yang diperlukan oleh tanaman bawang tersebut.
  • Bahan pupuk kimia yang diperlukan tanaman ini diantaranya yaitu kcl, nitrogen, sulfur dan sebagainya.

Jika persiapan tanahnya sudah selesai dilakukan maka tunggu sampai setidaknya dua minggu kemudian sebelum benih benar-benar siap ditanam kembali.

Menanam Bawang Merah

Cara Menanam Bawang Merah
Foto: bibitonline.com

Jika bibit yang telah dipersiapkan tadi sudah ditumbuhi dengan tunas maka bibit itu memang sudah siap ditanam. Bibit yang mulai ditumbuhi dengan tunas siap ditanam di usia dua bulan. Apabila kurang dari dua bulan maka lakukan pembelahan sedikit saja di bagian ujung umbinya dengan ukuran 0,5 cm.

Tujuannya adalah untuk membuat pertumbuhan tunas menjadi lebih cepat. Jika Anda sudah siap dengan lahannya, maka siapkan lubang tanah terlebih dahulu untuk menyimpan umbi bawang merah tersebut. Ukuran lubang itu biasanya sekitar 15 cm x 15 cm pada musim kemarau. Sedangkan saat musik hujan tiba ukurannya menjadi 20 cm x 20 cm.

Jika semuanya sudah disiapkan dan sebelum bibitnya disimpan di dalam lubang tanah untuk ditanam, maka siapkan larutan NASA terlebih dulu yang telah dicampur dengan air dengan dosis 1. Tutup larutannya per liter air kemudian rendam bibit bawang merah ke dalam larutan selama dua hari. Tambahkan larutan GLIO ke dalam larutan itu.

Ambil bibit yang telah direndam tadi kemudian simpan di lubang yang telah disiapkan. Selanjutnya tutup lubang dengan tanah.

Cara Merawat Tanaman Bawang Merah

Cara merawat tanaman bawang merah bisa dilakukan dengan cara berikut ini :

  • Lakukan proses pemupukan secara rutin. Hal itu akan menjadi syarat utama dalam merawat tanaman bawang. Lakukan pemupukan dengan susulan dan mendasar. Proses pemupukan dilakukan sebelum Anda menanam bawang merah. Untuk pemupukan susulannya dilakukan kira-kira 10 hari sampai sebulan setelah penanaman bibit.
  • Setelah melakukan penanaman, lakukan juga penyiraman pada tanaman dan lakukan juga penyiangan dengan rutin. Bagi tanaman uang usianya 0-10 hari maka lakukan penyiraman di pagi dan sore hari. Jika bawang sudah berusia lewat dari 10 hari maka lakukan penyiraman sekali saja, bisa di pagi/sore hari.
  • Lakukan penyiangan dengan cara membersihkan lahan dari gulma atau tanaman lainnya yang mengganggu. Ambil daun-daun yang sudah mulai kering, karena daun tersebut bisa membuat pertumbuhan bawang merah menjadi terganggu.
  • Gunakan obat tanaman atau pestisida untuk mengatasi tanaman bawang merah yang terkena penyakit. Pemakaian pestisida ini harus dilakukan sesuai dengan dosis dari petunjuk yang ada.
  • Panen bawang dilakukan pada saat usia tanaman sudah cukup tua, dengan ciri yaitu batangnya sudah lemas dan warna daunnya sudah menguning. Tingkat kelemasan batang atau perubahan warnanya kira-kira 80-90%.

Salah satu kunci keberhasilan dari cara menanam bawang merah ini adalah sikap sabar menunggu dengan konsistensi Anda dalam menanam dan merawat tanaman. Jika Anda berhasil panen tanaman bawang dalam jumlah banyak, maka hal itu bisa menguntungkan bagi Anda. Bawang merah merupakan komoditi pertanian yang sangat penting yang tentu dibutuhkan banyak orang.

2 Replies to “Cara Menanam Bawang Merah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *