Cara Menanam Cabe Rawit

3 min read

Cara Menanam Cabe Rawit

Cabe rawit merupakan salah satu jenis bumbu yang wajib ada pada setiap masakan, karena rasanya yang pedas dan bisa meningkatkan nafsu makan. Sebenarnya, cabe sudah di budidayakan sejak 7000 tahun silam dan di komsumsi sebagai obat, namun tanaman yang berasal dari Amerika tropik ini baru dikenal oleh masyarakat Eropa pada abad ke 15.

Harga cabe di pasaran selalu mengalami fluktuasi naik dan turun, hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti cuaca ataupun industri-industri perhotelan, resto atau cafe yang kadang memesan cabe jauh-jauh hari sebelumnya sehingga membuat cabe yang beredar menjadi langka. Ketika terjadi kelangkaan inilah membuat harga cabe terkadang melambung.

Untuk itu, bagi Anda yang gemar memakan cabe ada baiknya untuk berbudidaya sendiri dengan cara menanam cabe rawit yang tepat supaya hasilnya optimal. Tak perlu khawatir, karena cabe rawit bisa tumbuh dengan baik di Indonesia dan memang sangat cocok ditanam di daerah yang beriklim tropis.

Hampir seluruh jenis tanah cocok ditanami dengan cabe rawit ini. Apalagi jika tanahnya merupakan jenis tanah humus yang memiliki kandungan unsur hara yang sangat baik. Tak heran jika banyak orang yang membudidayakan cabe ini. Keunggulan dari cabe rawit adalah tahan terhadap hama dan penyakit, dibanding dengan jenis cabe lainnya seperti cabe keriting atau cabe merah. Usia produktif pada cabe rawit juga cukup panjang dan lama.

Berikut ini beberapa cara menanam cabe rawit yang bisa Anda praktekkan sendiri di rumah :

Menyiapkan Media Semai Cabe Rawit

Cara Membuat Media Semai Cabe
Cara Membuat Media Semai Cabe – Foto: Youtube.com

Langkah pertama yang harus Anda lakukan dalam menanam atau berbudidaya cabe rawit ini adalah menyiapkan media semai. Sebaiknya Anda menggunakan media semai untuk proses penyemaian ini yaitu campuran dari tanah, sekam bakar dan pupuk kandang atau pupuk kompos dengan perbandingan 3 : 2 : 1.

Anda juga harus mensterilisasi media semai itu terlebih dahulu, supaya serangan penyakit tidak datang pada media semai. Cara sterilisasi adalah dengan mengukus media semai itu atau bisa juga dengan menjemurnya di bawah sinar matahari. Setelah itu dinginkan media semai. Jika sudah, masukkan media semai ke dalam wadah lalu siram.

Biasanya wadah semai yang digunakan adalah kantung plastik, nampan berbahan plastik, polybag kecil, daun pisang, atau bisa juga menggunakan gelas berbahan plastik bekas minuman dan beri lubang terlebih dahulu.

Cara Menyiapkan Benih Cabe Rawit

Benih Cabe Rawit
Benih Cabe Rawit

Anda bisa mengambil benih dari tanaman cabe rawit yang dalam keadaan sehat. Misalnya dari buah cabe yang sudah matang dan tentu saja sehat. Rendam benih terlebih dahulu dengan menggunakan air hangat kira-kira dengan suhu 45-50oC. Rendam benih tersebut selama satu jam, supaya benih bisa tumbuh dalam waktu cepat.

Anda juga bisa merendam benih dengan menggunakan larutan fungisida Previcur N selama satu jam. Ukuran dosisnya sekitar 1-2 cc per liter air. Fungsi lainnya dari perendaman benih ini adalah untuk mencegah munculnya jamur. Itulah yang menyebabkan benih tumbuh dengan baik dan cepat.

Benih-benih yang cacat atau mengapung ketika sedang direndam sebaiknya dipisahkan dan dibuang. Kemudian tiriskan benih dan keringkan di atas kertas koran supaya terkena angin, dan supaya tidak lengket ketika proses penyemaian dilakukan.

Mulai Proses Penyemaian

Semai benih satu demi satu di dalam wadah khusus penyemaian yang telah disediakan terlebih dahulu. Isi wadah dengan media semai yang akan digunakan nanti. Kemudian tutup bagian media semai halus dengan cara diayak. Tutup media persemaian itu dengan menggunakan goni, karung berbahan plastik, atau bisa juga dengan menggunakan daun pisang.

Tujuannya adalah supaya media persemaian selalu dalam keadaan lembab. Lakukan penyiraman dengan cara memercikkan air selama proses penyemaian dilakukan. Benih akan mulai tumbuh setelah persemaian berumur 5-7 hari. Buka tutup persemaian tadi. Jika umur persemaian sudah mencapai 20-30 hari maka akan tumbuh daun sekitar 4-5 helai.

Jika sudah muncul daun maka bibit bisa Anda pindahkan ke polybag berukuran besar atau bisa juga dengan menggunakan pot saja.

Media Tanam dan Penanaman Cabe Rawit

Media Tanam Cabe Rawit
Foto: Kampustani.com

Media tanam yang bisa Anda gunakan diantaranya yaitu polybag, pupuk kandang/kompos, pot, campuran tanah dan sebagainya. Gunakan perbandingan 1:1. Anda bisa menambahkan sekam yang telah lapuk atau sekam bakar, dengan perbandingan 3:2:1 pada tanah, pupuk kandang atau kompos, dan juga sekam.

Penanaman bibit atau perpindahan bibit dari polybag berukuran kecil ke ukuran besar sebaiknya dilakukan sore hari. Tujuannya agar bibit itu memiliki waktu yang cukup untuk bisa beradaptasi di malam hari. Sebelum ditanam/dipindahkan, siram dahulu bibit sampai medianya jenuh. Setelah itu, keluarkan bibit dari wadah dengan hati-hati.

Lalu tanam dengan menggunakan polybag atau pot yang besar. Jaga juga media supaya tidak rusak/pecah.

Pemeliharaan/Perawatan Tanaman

Salah satu kunci keberhasilan pada tata cara menanam cabe rawit adalah pemeliharaan atau perawatan tanaman cabe itu sendiri. Lakukan pemeliharaan dengan cara yang teratur, yaitu dengan melakukan pemupukan, penyiraman dan juga penyiangan. Lakukan penyiraman di pagi dan sore hari. Kecuali jika hujan turun tak perlu disiram lagi.

Lakukan penyiangan setiap dua minggu sekali, caranya yaitu dengan membuang rumput liar yang ada di sekitar pot/polybag atau yang ada di dalamnya. Pangkas atau rempel tunas bagian sampingnya, dan juga sebagian daun yang tumbuh hingga ketinggiannya mencapai 15-25 cm dari permukaan tanah.

Tujuan dari pemangkasan ini adalah supaya tanaman terhindar dari percikan penyiraman yang menempel di beberapa bagian tanaman itu. Tujuan lainnya yaitu supaya batangnya kuat dan kokoh, pertumbuhan di bagian atas tanaman lebih sempurna, serta memiliki sirkulasi udara yang lebih baik.

Pemupukan

Jika tanaman sudah berusia satu bulan maka Anda boleh memberinya pupuk berbahan kimia. Misalnya dengan memberinya pupuk NPK. Larutan pupuk tersebut disiram ke tanaman cabe rawit kira-kira 200 ml per pot atau polybag. Berikan pupuk 10 hari sekali saja.

Tambahkan juga air cucian beras, pupuk cair yang bisa diambil dari urine binatang ternak, air cucian daging, dan juga pupuk nabati misalnya daun titonia. Sebelum menggunakan air cucian beras/daging sebaiknya saring terlebih dahulu. Sedangkan untuk urine binatang ternak, gunakan yang sudah difermentasi.

Pengendalian Hama

Beberapa jenis hama yang sering menyerang tanaman cabe rawit adalah kutu kebul, tungau, ulah tanah, ulat buah, dan sebagainya. Sedangkan untuk jenis penyakit yang biasa menyerang cabe rawit biasanya layu fusaium, bercak pada daun serkos virus kuning dan masih banyak lagi.

Cara mengendalikan hama ini bisa dengan melakukan cara budidaya yang sehat, yaitu dengan memilih varietas tanah, perlakukan benih yang baik, penyiraman, menggunakan benih yang bebas dari serangan OPT, dan pemupukan yang teratur.

Lakukan pengamatan secara rutin pagi dan sore, dan jika hama terlihat menempel pada tanaman sebaiknya Anda segera membunuh atau menyingkirkan hama tersebut. Lalu semprot denganpertisi atau abati yang ditambahkan dengan sedikit deterjen.

Cara menanam cabe rawit ini sangat mudah dan tidak memerlukan banyak alat tertentu. Namun keuntungan dari budidaya tanaman ini adalah hasil panennya yang juga terbilang cepat. Anda bisa panen setiap satu minggu sekali. Selama tanaman dirawat dengan baik.

4 Replies to “Cara Menanam Cabe Rawit”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *