Cara Menanam Kangkung Hidroponik

3 min read

Cara Menanam Kangkung Hidroponik

Tanaman hidroponik kini sedang populer di kalangan petani dan para pecinta tanaman. Mereka mulai beralih ke cara penanaman yang lebih praktis dan modern yaitu hidroponik. Sama halnya dengan menanam tanaman kangkung. Anda juga bisa melakukan cara menanam kangkung hidroponik. Biasanya kangkung mudah ditemukan di pasar atau minimarket, tapi kini Anda bisa menanamnya sendiri.

Jenis kangkung yang biasa digunakan adalah kangkung air dan kangkung darat, keduanya memiliki rasa dan kandungan gizi yang hampir serupa. Kangkung mampu tumbuh dalam waktu yang cukup cepat. Bahkan sekitar 4-6 minggu setelah Anda menanamnya, Anda sudah bisa memetik dan merasakan hasil panen kangkung tersebut.

Bila Anda ingin mencoba menanam tanaman kangkung sendiri di rumah, maka Anda bisa mencoba teknik penanaman hidroponik. Kualitas tanaman kangkung hidroponik ini memang lebih baik dibanding dengan jenis tanaman yang ditanam di media tanam yang menggunakan tanah. Hasil dan kualitas dari kangkung hidroponik ini juga sangat optimal.

Berikut ini beberapa cara menanam kangkung hidroponik dengan cepat dan juga mudah :

Persiapkan Alat dan Bahan yang Diperlukan

Peralatan yang dibutuhkan dalam penanaman hidroponik ini tidak terlalu banyak. Namun ada beberapa bahan yang dibutuhkan seperti pupuk. Berikut ini bahan yang dibutuhkan dalam menanam kangkung hidroponik :

  • Benih Kangkung

    Benih atau bibit kangkung bisa Anda peroleh di toko khusus tanaman. Anda juga bisa membelinya secara online.

  • Pupuk Khusus Hidroponik

    Pupuk khusus jenis hidroponik yang bisa Anda gunakan misalnya AB mix hidroponik sayur, yang juga bisa diperoleh di toko pertanian/tanaman.

  • Zat Pengatur Tumbuhan (ZPT)

    Misalnya ZPT Atonik yang dipakai untuk merendam benih kangkung. Tujuannya yaitu untuk memberi dukungan pada tanaman agar mudah berkecambah dan tumbuh dengan baik.

Sedangkan untuk alat yang Anda butuhkan dalam menanam hidroponik ini diantaranya yaitu :

  • Besek Plastik

    Besek ini terlihat seperti saringan yang memiliki beberapa lubang kecil di hampir seluruh permukaan dan sisinya.

  • Baskom dengan Diameter

    Gunakan baskom yang ukuran diameternya sama dengan ukuran besek plastik, supaya besek tidak mengapung di atas baskom. Anda juga bisa menggunakan wadah lainnya yang lebih bersih, yang dimana ukuran diameternya bisa menampung besek tanpa harus bergeser banyak.

Memilih Benih yang Berkualitas

Memilih Benih Kangkung yang Berkualitas
Foto: maritani.xyz

Jika Anda ingin hasil produksi kangkung yang ditanam dengan cara hidroponik ini baik dan bagus, maka tentukan dahulu benih kangkung yang berkualitas sangat baik. Anda bisa menggunakan bibit kangkung unggul atau bibit idaman.

Kelebihan bibit kangkung idaman yaitu cara memanennya bisa dengan dicabut secara langsung atau dipotong saja. Pertumbuhannya tidak disertai bunga dan pertumbuhannya juga serempak atau tidak dengan cara merambat. Jika Anda memilih bibit yang kualitasnya bagus, maka keberhasilan proses budidaya kangkung ini akan sesuai dengan kualitas tanaman itu sendiri.

Proses Penyemaian Bibit Kangkung

Proses Penyemaian Bibit Kangkung
Foto: noerimakaltsum.com

Ada dua macam cara penanaman kangkung dengan menggunakan metode hidroponik ini, yaitu teknik tanam secara langsung dan teknik penyemaian benih. Medianya bisa menggunakan apa saja. Misalnya baskom, botol bekas, atau paralon. Hasil dari setiap teknik tersebut tentu berbeda-beda. Mari kita bahas lebih lanjut tentang proses penanaman dengan teknik semai.

Cara mengetahui jenis benih mana yang bagus untuk digunakan dan mana yang tidak, bisa dilakukan dengan cara berikut :

  • Sediakan wadah/baskom dan isi dengan air bersih.
  • Tuangkan benih ke dalam wadah/baskom tersebut.
  • Lihat keesokan harinya apakah benih tenggelam/mengapung.
  • Buang benih-benih yang mengapung karena benih tersebut tak akan mampu berkecambah dan tumbuh dengan sempurna.

Jika sudah memperoleh benih yang layak dan berkualitas, lakukan teknik penyemaian dengan cara berikut :

  • Gunakan kain yang cukup tebal yang fungsinya adalah untuk menahan air.
  • Bungkus benih yang telah direndam dengan menggunakan kain tadi.
  • Siram kain dengan air hangat, tujuannya adalah supaya kainnya menjadi sekadar basah dan kelembapannya terjaga dengan baik. Supaya benih kangkung juga bisa pecah dan menjadi kecambah.

Beri Nutrisi Hidroponik

Nutrisi yang dibutuhkan oleh kangkung sama saja dengan nutrisi yang diperlukan oleh tanaman lainnya. Anda bisa membuat nutrisi untuk tanaman kangkung ini dengan memakai beberapa bahan organik yang ada di sekitarnya. Bisa juga dengan meraciknya dengan pupuk organik.

Jika Anda menggunakan pupuk AB mix maka bisa dilakukan pembuatan nutrisi dengan cara berikut ini :

  • Ambil 1 lt air dan tambahkan dengan 5 ml nutrisi A dan nutrisi B.
  • Aduk seluruh campuran hingga tercampur secara merata. Kemudian masukkan larutan nutrisi ke dalam baskom yang dimana ketinggiannya mencapai permukaan batas bawah besek.
  • Jangan membiarkan benih menjadi terendam karena benih akan membusuk.

Perancangan Wadah Tanam

  • Seluruh benih yang sudah berkecambah dipindahkan ke dalam besek. Lapisi bagian bawah besek tersebut dengan menggunakan filter akuarium, tapi tidak juga tidak apa-apa. Tidak menggunakan media tanam pada cara menanam kangkung hidroponik ini juga tak apa, karena akar tungganglah yang nanti akan menopang kangkung.
  • Tuangkan larutan nutrisi yang telah disiapkan tadi ke dalam baskom, hingga mencapai permukaan besek dan juga benihnya. Namun jika Anda menggunakan filter maka ketinggiannya hanya sampai busa tersebut.
  • Meletakkan besek di atas baskom yang isinya larutan nutrisi.
  • Perkenalkan benih yang sudah pecah ke sinar matahari. Bisa juga dengan membiarkan tanaman itu melakukan gerakan pertumbuhan, dengan cara menutup besek serta baskom plastik berwarna hitam dalam 1 hari saja.

Cara Merawat Tanaman Kangkung Hidroponik

Tahap perawatan dalam menanam kangkung hidroponik juga tidak sulit. Perhatikan saja kebutuhan nutrisi tanaman, jangan sampai tanaman tidak memperoleh nutrisi dari larutan yang ada di bagian bawahnya. Konsentrasi larutan pun akan bertambah apabila tanamannya sudah berusia sekitar 2 minggu.

Tingkatkan kembali jumlah pupuk dari ukuran 5 ml per 1 lt hingga menjadi 7-9 ml per 1 lt. Larutan nutrisi yang sudah berbau harus diganti dengan yang baru. Lakukan hal itu sampai masuk ke masa panen.

Masa Panen Tanaman Kangkung

Kangkung merupakan jenis tanaman yang proses pertumbuhannya cepat dan singkat. Hal itu menjadi keunggulan dari tanaman kangkung yang satu ini. Kangkung juga mampu tumbuh di beragam cakupan kondisi ladang tanam yang ada. Panen kangkung bisa dilakukan setelah 4-6 minggu dari awal Anda menanam tanaman tersebut.

Kurang lebih waktunya adalah sekitar satu bulan atau lebih, dan masa panen dilakukan pada saat kangkung masih segar serta belum terlihat tua. Anda juga bisa mengolah atau menikmati kangkung hidroponik yang rasanya nikmat dan menyehatkan setiap harinya.

Cara menanam kangkung hidroponik ini lebih mudah dilakukan dengan menggunakan baskom, karena caranya lebih praktis dibanding menggunakan botol bekas atau paralon. Apalagi jika tidak ada paralon, maka Anda harus mengeluarkan biaya lagi untuk membeli paralon. Maka menggunakan baskom ini jauh lebih mudah dan hemat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *