Cara Menanam Kentang

3 min read

Cara Menanam Kentang

Salah satu jenis tanaman yang batangnya lunak adalah kentang. Jenis tanaman lainnya yang masih satu keluarga dengan kentang adalah tanaman cabai, tomat dan juga terong. Bagi Anda yang tinggal di daerah pegunungan atau dataran tinggi, maka tanaman kentang ini bisa menjadi primadona. Cara menanam kentang juga terbilang mudah, selama Anda tahu bagaimana cara penanaman yang baik.

Pada dasarnya kentang akan tumbuh dengan baik di dataran tinggi, tetapi tak ada salahnya jika Anda menanam kentang di dataran rendah. Selama Anda paham bagaimana lokasinya dan cara penanamannya dilakukan dengan tepat. Anda juga harus tahu kondisi lingkungan apa yang disukai oleh tanaman kentang tersebut, sehingga tanaman bisa tumbuh dengan baik dan sempurna.

Tak ada perawatan secara khusus dalam membudidayakan kentang ini. Anda juga tidak membutuhkan perlengkapan tambahan untuk menanam kentang tersebut. kelebihan dari budidaya kentang ini adalah bisa dilakukan di lahan yang luas. Berikut ini beberapa cara dalam menanam kentang dengan tepat :

Pilih Lokasi yang Tepat

Anda harus memilih lokasi yang tepat terlebih dahulu dalam menanam kentang, supaya tanaman bisa tumbuh dengan baik dan sempurna. Kondisi lingkungan yang tepat untuk pertumbuhan kentang adalah wilayah di dataran tinggi, yang memiliki hawa dingin dan kondisi tanahnya juga subur. Tanah yang dipilih juga harus kaya akan bahan-bahan organik dan mengandung pasir.

Ketinggian yang baik dalam penanaman kentang ini adalah sekitar 1000-2000 m dari atas permukaan laut. Ukuran suhunya yaitu diantara 14-22oC. Hal lainnya yang harus Anda perhatikan adalah memilih lokasi dengan curah hujan yang baik. Ukuran curah hujan yang baik adalah sekitar 1000-1500 mm di setiap tahunnya.

Curah hujan yang terlalu deras juga pada dasarnya kurang baik untuk pertumbuhan tanaman kentang. Hal itu bisa menyebabkan kerusakan pada umbi kentangnya bahkan tanaman bisa menjadi tidak tumbuh sama sekali. Tentukan lokasi berdasarkan kondisi tanahnya, karena tanah itu akan dijadikan media tanam pada tanaman kentang tersebut.

Kondisi tanah yang baik adalah gembur, mengandung banyak nutrisi, dan sedikit mengandung pasir. Itulah faktor untuk membuat tanah menjadi subur. Pilih juga lokasi yang tanahnya tidak tergenang air pada saat hujan. Anda bisa membuat semacam drainase supaya genangannya berkurang. Tanah yang tergenang air akan membuat tanaman menjadi rusak.

Cara Mempesiapkan Bibit Kentang

Cara Mempesiapkan Bibit Kentang
Bibit Kentang

Langkah berikutnya adalah mempersiapkan bibit tanaman dengan kualitas baik supaya kentang yang dihasilkan juga berkualitas baik. Dalam menyiapkan bibit terbaik ini memang diperlukan waktu yang agak lama. Umbi pada bibit tanaman kentang harus disimpan lebih dulu selama kurang lebih 3 bulan.

Tujuan dalam penyimpanan bibit ini adalah supaya Anda bisa memilih kembali bibit mana yang sudah siap digunakan. Anda juga bisa melihat bibit mana yang akan bertunas dengan baik. Apabila umbi pada kentang sudah bisa bertunas dengan baik maka Anda harus menyeleksi umbi, dengan memangkas tunas yang panjangnya sudah mencapai 2 cm.

Semakin panjang ukuran tunas tersebut maka pertumbuhannya akan semakin tidak maksimal. Berat pada bibit kentang yang akan dipilih yaitu sekitar 30-50 gr. Namun apabila proses persiapan bibit ini terlalu lama, maka Anda bisa membeli bibitnya langsung di toko tanaman.

Proses Pengolahan Tanah dan Pemupukan

Proses Pengolahan Tanah
Contoh Proses Pengolahan Lahan

Pada saat Anda sudah mempersiapkan bibit yang siap tanam, maka media tanamnya harus diolah terlebih dahulu supaya kentang bisa tumbuh dengan optimal. Tanah yang diolah ini akan membuat tanahnya menjadi subur. Tanaman kentang ini cocok untuk ditanam pada tanah yang subur, terutama dalam hal penyerapan air.

Berikut ini beberapa langkah dalam pengolahan tanah supaya tanahnya subur :

1. Langkah Pertama

Olah tanah terlebih dahulu dengan membajaknya, bisa dengan menggunakan cangkul atau alat tani lainnya yang bisa dipakai untuk mengolah tanah. Tanah yang dibajak ini nantinya akan menjadi gembur dan juga subur.

Pada kondisi tanah tertentu, Anda harus membajaknya sekitar 2-3 kali supaya hasilnya menjadi lebih gembur. Diamkan selama 3 hari dan usahakan supaya tanah itu terkena sinar matahari secara langsung.

2. Langkah Kedua

Setelah menunggu selama 3 hari Anda bisa menaburi tanah dengan pupuk kompos/kandang di media tanah tersebut. Lalu cangkul kembali tanah itu hingga merata. Setelah itu diamkan kembali selama 7 hari supaya nutrisi yang terdapat pada pupuk meresap secara langsung ke dalam tanah.

3. Langkah Ketiga

Buatlah bedengan atau sejenis gundukan tanah yang akan dijadikan media tanam dari tanaman kentang. Buat media tanam yang menghadap ke barat dari arah timur, supaya tanah mendapat sinar matahari dengan maksimal. Buat juga bedengan dengan tinggi sekitar 30 cm dan lebar 70 cm, untuk panjangnya sesuaikan lagi dengan luas lahan.

Beri jarak antar bedengan untuk menjadi akses aliran air pada saat hujan tiba. Tujuannya adalah supaya bedengan tidak tergenang air. Ukur kembali berapa jarak antar bedengan, sekitar 40 cm.

Proses Penanaman Kentang

Proses penanaman bisa dilakukan setelah bibit dipersiapkan terlebih dahulu dan sudah siap untuk ditanam. Penanaman bibit bisa dilakukan sekitar seminggu setelah media tanam diolah. Caranya juga mudah, taruh bibit ke dalam lubang di bedengan yang sudah disiapkan. Jangan melakukan penanaman bibit terlalu dalam jika bibit tidak mati/busuk.

Perhatikan juga pada saat bibit ditutup dengan tanah sampai terkubur, usahakan hanya bagian tunasnya saja yang terlihat di permukaan tanah. Supaya tidak terkena serangan hama, Anda bisa menyemprotkan campuran cairan pestisida dengan cara merata. Maka setiap tunas itu akan terlihat di permukaan tanah.

Proses pemeliharaannya bisa dilakukan dalam beberapa cara, salah satunya yaitu penyiraman. Lakukan penyiraman pada tanaman yang sesuai dengan kondisi tanah, dan juga pada cuaca yang terjadi saat itu. Jika Anda memilih daerah yang kondisinya lembab atau sering terkena hujan, maka Anda tidak harus menyiramnya.

Namun jika lokasinya memiliki kondisi tanah yang kering maka penyiraman ini harus dilakukan. Jangan terlalu banyak menyiram tanaman kentang tersebut karena nantinya akan muncul genangan air. Perawatan lainnya yang bisa Anda lakukan adalah melakukan penyiangan gulma. Tanaman gulma harus dibersihkan, karena nantinya akan menjadi parasit bagi tanaman kentang.

Jika sudah menjadi parasit maka tanaman tersebut akan menyerap nutrisi zat hara yang dibutuhkan oleh tanaman kentang. Lakukan pembersihan gulma dengan menggunakan koret, clurit atau sabit. Lakukan penyiangan pada saat tanaman sudah berusia 2 bulan. Hentikan penyiangan jika tanaman kentang sudah terlihat rimbun.

Jika cara menanam kentang di atas sudah diaplikasikan, maka kini saatnya bagi Anda untuk menunggu panen. Biasanya dalam usia tanaman yang mencapai 3-4 bulan maka kentang siap dipanen. Ciri kentang yang sudah siap dipanen adalah tanamannya mulai mengering. Lakukan pemanenan pada saat cuaca sedang cerah, supaya kentang tidak cepat busuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *